Edit ByKangdansen

Buka

Adsensecamp

Malu dan Gengsi Itu Beda !!!

Oleh K'Hijrianti


SSST….. ada yang nggak punya malu? Kamu percaya ada orang waras yang tidak punya malu? Mau bukti?
Setiap manusia itu pada dasarnya mempunyai sifat malu, kalau dia waras, lho!! Lain halnya kalau memang urat malunya sudah putus, berarti dia sudah gila bin edan, atau paling tidak agak-agak miring yang kurang dari 100 %.
Nah, kenapa manusia punya sifat malu?Karena manusia dikaruniai Allah akal dan hati nurani yang berguna untuk mempertimbangkan baik dan buruk, serta perasaan yang berfungsi untuk memahami keadaan berdasarkan asas kemanusiaannya. So, manusia yang mau menggunakan akal, hati nurani dan perasaaannya, berarti dia orang yang mempunyai malu pada tempatnya.
Terus…. Apa bedanya sifat malu dan gengsi ? Kalau malu itu terkait dengan hal-hal baik, sementara kalau gengsi itu itu timbul lebih banyak dari sifat-sifat angkuh seseorang. Misalnya, kalau kamu benar-benar punya salah sama teman kamu, dan kamu merasa berat untuk minta maaf duluan karena merasa pintar, lebih kaya, lebih funky atau kelebihan lain, itu namanya kamu kena sifat gengsi, bukan malu. Contohnya lain, ortu kamu kebetulan orang terpandang, terus kamu disuruh naik angkutan umum saja kalau ke sekolah. Ortu kamu berfikiran, kalau kamu dikasih sepeda motor atau mobil sendiri, nanti bisa menyebabkan kamu belagu dan malas belajar. Kemudian kamu bilang sama Ortu : “Pokoknya harus dibeliin mobil, kalau tidak, nggak mau sekolah. Kan nggak enak naik angkutan umum, sementara Papa orang terpandang
Malu yang Wajar

Bagaimana kalau rasa malunnya kebangetan? Wah, bisa repot tuh urusannya!! Kamu punya cukup kadar malu dan masih dalam ambang alias wajar, bila :

 Merasa nggak enak bila harus ngomong teriak-teriak sementara yang lain pada diam semua, kayak kalau pas kamu disapa seseorang di toko kaset selagi kamu pasang handphone di telingamu.
 Merasa cukup pucat apabila nggak nyambung alias tulalit kalau diajak ngomong atau ditanya guru di depan kelas. Merasa salah tingkah kalau orang-orang pada memerhatikan kamu gara-gara baju dan rok atau celana panjang kamu nggak matcing warnanya.
 Sangat nggak pede dengan baju full terbuka (buat cewek) atau dandanan funky yang ternyata nggak cocok sama sekali buat kamu.
 Merasa lebih baik mengecil atau berubah jadi kodok saja sekalian kalau ketahuan ngibul atau nyontek atau melakukan kesalahan yang nggak pantas.

Kalau itu terjadi pada diri kamu, berarti positif. Artinya, kamu merasa malu bila bertingkah laku, bersikap or berbicara sesuatu yang tidak pada tempatnya. Malahh seharusnya kita punya rasa malu yang seperti itu.



Nah, ini yang aneh…!!

Adakalanya juga tiba-tiba ada rasa malu yang ‘aneh’ dalam diri kamu. Biasanya hal ini terjadi bila kamu tidak merasa nyaman berada pada satu kondisi tertentu. Contohnya :

Ketika harus muncul atau memperkenalkan diri di hadapan orang-orang yang sebelumnya nggak kamu kenal dengan baik. Bawaannya keluar keringat sebesar biji jagung, deh….
Ketika akan menjawab pertanyaan guru atau seseorang yang kamu segani, padahal kamu yakin banget kalau jawaban kita benar dan pasti dapat ‘sambutan’.
Kalau mau menyatakan suatu kebenaran yang kamu yakini, tapi kamu jadi malu karena ngebayangin bakal di cela orang-orang di sekitar kamu.
Jika akan menjelaskan tentang sesuatau yang telah kamu lakukan, apalagi kalau urusannya adalah mengakui kesalahan kamu.

Kiat memerangi rasa malu yang nggak wajar

Ada beberapa kiat untuk memerangi rasa malu yang nggak pada tempatnya tadi. Semuanya harus di mulai dari diri kamu sendiri. Bahkan perlu latihan, lho!!

 Belajar terbuka, maksudnya belajar mengutarakan apa yang ada dalam benakmu pada orang lain. Mulailah dari orang terdekatmu, misalnya orangtua, saudara, sahabat, atau guru yang kamu anggap oke!. Sikap terbuka ini bukan berarti kamu harus ngomong kepada setiap orang mengenai semua masalah kamu, tapi hal-hal yang kamu anggap penting saja untuk didiskusikan dengan oranglain.
 Memanfaatkan diary alias catatan harian. Misalnya kamu berusaha menuliskan apa saja penyebab rasa malu yang hinggap ke dalam diri kamu itu. Terus kira-kira upaya apa yang bisa kamu lakukan untuk membuangnya. Nah, kalau suatu saat kamu kena virus itu lagi, kamu tinggal buka diary, bagaimana kamu menangani rasa malu itu, dsb.
 Anggap semua orang sama. Tiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Demikian juga kamu. Jadi nggak usah menganggap diri kamu nggak bisa apa-apa. Bahkan kalau kamu lihat, ada kok orang yang punya lebih banyak kekurangan dari kamu, tapi dia pede aja kok. Coba liat Ucok Baba, artis yang (maaf) punya body sangat mini, tapi pandai memanfaatkan kekurangannya itu dengan membangun kelebihan dengan berakting dan berkomunikasi ketika main sinetron atau jadi presenter. So, jadilah dia sukses di dunia itu, dan ternyata isterinya normal dan cakep lho!!
 Bangun karakter diri kamu sendiri. Boleh sih mencontoh orang yang menurut kita lebih baik, tapi nggak usah mencontoh abis. Nanti kalau hasilnya hancur dan sama sekali nggak pas, kamu malah tambah malu.
 Teruslah belajar tentang apa yang baik dan buruk, mana sikap yang salah dan benar, mana tingkah laku yang wajar dan nggak. Makin banyak kamu tahu, makin lengkap pemahaman kamu tentang malu yang wajar dan yang aneh. Oke?
Nah, tunggu apalagi? Masih mau malu-maluuin juga? Aduh, udah deh, sudah waktunya kamu menghias diri dengan malu yang sewajarnya dan membuang malu yang nggak pada tempatnya. Praktek, deh, dari sekarang….!!!


Nenek2 Dilarang Masuk Surga

      Pada suatu hari, seorang nenek mendatangi Rasulullah saw, dengan sedikit tergesa-gesa.  Setelah berdiri di hadapan Rasul yang mulia itu, si nenk berkata, “Wahai Rasulullah, tolong doakan saya agar bisa masuk surga bersamamu!”
      Mendengar permintaan si nenek, wajah Rasulullah tampak serius.  Si nenek menanti jawabannya.  Lalu Rasulullah berkata, “aduh, sayang sekali, di surga tidak ada nenek-nenek!” Belum selesai Rasulullah menyelesaikan kalimatnya, nenek itu sudah keburu menangis tersedu-sedu dan kecewa.  Dia balik badan lalu pergi menginggalkan Rasulullah, Tapi, sebelum melangkah lebih jauh, Rasulullah lalu memanggilnya, “Nek, nek, tunggu sebentar!”
tidak akan masuk surga dalam keadaan tua seperti ini kecuali telah Allah mudakan kembali.  Apakah Nenek tidak pernah mendengardan  Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya? Begitu, Nek ...”
      Tiba-tiba wajah nenek itu sumringah .  Dia tersenyum senang dan meninggalkan rasulullah tanpa salam lagi.  Rasulullah tersenyum melihat tingkah orang tua itu.
   

Comments
0 Comments

Leave reply

Saling berbagi itu indah, tapi jangan sampai melampaui batas.

Daftar Isi

barisan iklan

syahadat



Tausiyah



Mario Teguh

Music islamic


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com
Back to Top